Minggu, 10 Oktober 2021

MENERIMA SEMUA MAKHLUK SEPERTI ALLAH SWT

 


DHAWUH GUS DUR

Jika kamu membenci orang karena dia tidak bisa membaca Al-Qur'an,
berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi Al-Qur'an.


Jika kamu memusuhi orang yang berbeda agama dengan kamu,
berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi agama.


Jika kamu menjauhi orang yang melanggar moral,
berarti yang kamu pertuhankan bukan Allah, tapi moral.


Pertuhankanlah Allah, bukan yang lainnya.


Dan pembuktian bahwa kamu mempertuhankan Allah,


kamu harus menerima semua makhluk.


Karena begitulah Allah.

Continue reading MENERIMA SEMUA MAKHLUK SEPERTI ALLAH SWT

 


CUPLIKAN ....

BERTEMUNYA PUTRI PAHLAWAN REVOLUSI DENGAN PUTRA TOKOH PKI


Padahal ketika peristiwa G30S itu terjadi, rata-rata putra-putri Pahlawan Revolusi sulit menerima. Mereka terguncang. Amelia pun menjalani perawatan kejiwaan selama tiga bulan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Tapi ia tak mendendam. “Tak ada benci dan dendam dalam diri saya, karena saya sudah menerima kejadian itu sebagai bagian dari hidup saya, dan berharap bisa berdamai," tegas Amelia.
 


Tak heran Amelia menjadi pendukung terdepan ketika ide FSAB digulirkan, lalu menjadi ikon perdamaian bersama Ilham Aidit, anak tokoh PKI DN Aidit. 


Anak Achmad Yani dan anak DN Aidit diberitakan berdamai, “ini baru berita”. Kata Amelia penuh empati, “Trauma itu juga dialami Ilham Aidit yang bertahun tahun tak berani menggunakan nama ayahnya demi bertahan hidup. Atau Perry Omar Dani yang harus menyaksikan ayahnya dipenjara selama 30 tahun.”


Hal yang menakjubkan terjadi tatkala Amelia Yani berbincang dengan Sugiarto. Dalam suatu pembicaraan Amelia awalnya agak keras terhadap Sugiarto yang sedang menjelaskan tentang siapa dan bagaimana ayahnya.


Kata Sugiarto, “Ayah saya tidak seperti yang digambarkan dalam film G30S itu….” Amelia menukas, “Jadi, bagaimana dong Ayah anda?!”


“Ayah saya di film itu merokok terus klepas klepus…padahal ayah saya sama sekali tidak merokok,” jawab Sugiarto. “Oh begitu?” Amelia tertarik. “Ayah anda di mana sekarang?” tanya Amelia polos.Sugiarto tertegun sejenak, heran dan bingung mendengar pertanyaan Amelia.


Jawabnya pedih, “Kan sudah divonis mati dan langsung dieksekusi.” Amelia kaget bukan main. Dia benar-benar baru tahu sekarang. “Oh, maaf, saya tidak tahu,” seru Amelia getir dan langsung memeluk Sugiarto dengan amat terharu.


Mereka berpelukan seperti halnya dua sahabat lama yang lama tidak bertemu. Forum ini telah mempertemukan anak-anak manusia yang selama Puluhan tahun divonis oleh sejarah sebagai pihak-pihak yang berlawanan atau bermusuhan. Hari ini mereka terlahir kembali sebagai anak-anak bangsa yang dilahirkan dari kandungan ibu yang sama, Ibu Pertiwi, saling mengasihi.

Continue reading

HUMOR SUAMI ISTRI

 


DARI ATAS ATAU DARI BAWAH BERBEDA 180 DERAJAT

 

Sepasang Suami Istri yg baru 1 tahun menikah...

Pria : Akhirnya! Aku sudah menunggu saat ini tiba.

Wanita : Apakah kau rela jika aku pergi?

Pria : Tentu tidak! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu.

Wanita : Apakah kamu mencintaiku?

Pria : Tentu! Selamanya akan tetap seperti itu.

Wanita : Apakah kamu pernah selingkuh?

Pria : Tidak! Aku tidak akan pernah melakukan hal buruk itu.

Wanita : Maukah kau menciumku?

Pria : Ya.

Wanita : Sayangku...

Setelah 5 tahun kemudian, bacalah seluruh teks ini dari bawah ke atas

 

HIKMAH : HATI MEMANG PENUH KETIDAKPASTIAN

 

Continue reading HUMOR SUAMI ISTRI

Sabtu, 09 Oktober 2021

DICINTAI 1000 WANITA

 


DICINTAI 1000 WANITA

jika seorang wanita mencintai kamu, kamu adalah SUAMI.

Jika 10 wanita mencintai kamu, kamu adalah PLAYBOY.

Jika 100 wanita mencintai kamu, kamu adalah PAHLAWAN.

Jika 1000 wanita mencintai kamu, kamu adalah PEMIMPIN.

Jika seluruh wanita di negeri ini mencintai kamu, maka kamu adalah RUPIAH.

Jika seluruh wanita di dunia mencintai kamu, aiiiih……kamu pasti adalah pembalut wanita

 

HIKMAH : KADANG WALAU HANYA 1 ITU LEBIH BERHARGA DARIPADA 1000

Continue reading DICINTAI 1000 WANITA

NAMA BLASTERAN JAWA-YUGOSLAVIA

 


Smary Saklitinov

 Seorang guru baru tengah mengabsen murid-muridnya. Sang guru tertarik dengan sebuah nama, dan dengan penasaran si guru lalu memanggil muridnya.

Guru : "Smary Saklitinov, coba kemari!" 
Murid : "Ya bu, saya."
Guru : "Sini kamu nak, kamu keturunan Yugoslavia yach?"
Murid : "Nggak bu!"
Guru : "Lalu kenapa nama kamu Smary Saklitinov?" 
Murid : "Oo...itu, Smary itu singkatan dari nama bapak saya (S)urtono dan ibu saya (Mary)anti. 
Guru : "Mmmm...lalu Saklitinov?"
Murid : "Sabtu Kliwon Tiga November." 

HIKMAH : DALAM NAMA  ANAK  TERKANDUNG DOA DARI ORANGTUA,

                    MAKA BERILAH NAMA ANAK YANG MENGANDUNG DOA YANG BAIK


Continue reading NAMA BLASTERAN JAWA-YUGOSLAVIA

Kamis, 07 Oktober 2021

EMPAT PERTANYAAN YANG DITANYAKAN MALAIKAT DI YAUMUL HISAB

 


Jama’ah  yang berbahagia.

Pada hari kiamat besok, ketika amal kebaikan dan amal keburukan dihitung maka setiap diri akan ditanya tentang semua nikmat yang telah didapatkannya dari Allah SWT. Apakah nikmat itu telah ia syukuri atau sebaliknya nikmat tersebut malah disia-siakan dan digunakan untuk perbuatan maksiat. Rasulullah SAW bersabda :

 

لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ, وَعَنْ عِلْمِهِ مَا فَعَلَ بِهِ, وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ, وَعَنْ جِسْمِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ.

Tidak bergeser kaki seorang hamba sehingga ia akan ditanya tentang empat perkara (yaitu):(1) Tentang umurnya untuk apa ia habiskan?; (2) Tentang ilmunya untuk apa ia amalkan?; (3)Tentang hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan?; dan  (4) Tentang badannya untuk apa ia gunakan?. (Sunan At-Tirmidzî).

 

Jama’ah  yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Perkara pertama yang akan ditanyakan kepada kita saat hari penghitungan amal adalah عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ (Untuk apa umurmu dihabiskan?)

Umur merupakan karunia Allah yang luar biasa. Dengannya manusia mengarungi kehidupan di dunia, mencoba merenung dan berpikir kemudian beramal shalih sebaik mungkin dan sebanyak mungkin. Manusia akan merugi apabila hari-harinya berlalu begitu saja, tidak bertambah amal shalihnya dan tidak bertambah ilmunya. Akan celaka jika manusia malah banyak melakukan perbuatan yang sia-sia, perbuatan mubadzir dan hari-harinya dipenuhi dosa-dosa dan kemaksiatan.

Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan sepanjang perjalanan hidup kita di dunia besok akan ditanyai dan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah SWT. Sebelum dihitung di akherat, sekarang mari kita coba timbang berapa persentase hari-hari yang kita digunakan untuk berbuat baik dan menyembah Allah. Lalu mari bandingkan dengan hari-hari kita yang berlalu dengan sia-sia, berbuat dosa dan melalaikan ibadah.

Mari kita hitung setiap hari berapa jam waktu yang kita habiskan buat nonton TV, mainan HP, ngobrol ngalor ngidul yang tak bermanfaat dan perbuatan maksiyat lainnya. Kemudian bandingkan dengan waktu yang kita manfaatkan untuk menyembah Allah, berdzikir, menggali ilmu, menghadiri majelis ta’lim, dan perbuatan baik lainnya. Dalam hadits Nabi Muhammad SAW dari riwayat Tirmidzi diceritakan :

 

أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللهِ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ قَالَ فَأَيُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ.

“Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang bertanya: Ya Rasulullah siapa manusia yang paling baik?, beliau bersabda: Orang yang dipanjangkan usianya dan makin (bertambah) baik perbuatannya. Lalu siapa manusia yang paling buruk, ia bertanya lagi. Beliau bersabda: Orang yang dipanjangkan usianya namun buruk amal perbuatannya” .

 

Jama’ah  yang diberkahi oleh Allah SWT.

Perkara kedua yang akan ditanyakan kepada kita saat hari penghitungan amal adalah وَعَنْ عِلْمِهِ مَا فَعَلَ بِهِ (Untuk apa ilmu-mu diamalkan?)

Berilmu tanpa amal sama seperti pohon yang tak berbuah. Pohon yang telah ditanam namun tidak menghasilkan buah justru sangat mengecewakan, demikianlah perumpamaan bagi orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkannya.

Sudah selayaknya kita insyaf bahwa setinggi apapun ilmu yang kita miliki adalah titipan Allah, Dzat Yang Maha Pintar. Untuk itu marilah kita amalkan ilmu yang ada pada diri kita dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan dan kemaslahatan seluruh umat manusia tanpa memndang ras, suku, agama dan golongan. Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْـيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِيْ رِيْحَهَا.

Barang siapa yang menuntut ilmu untuk meraih ridha Allah, tetapi ia gunakan untuk meraih kedudukan dan kesenangan di dunia, maka ia tidak akan mendapatkan surga sedikitpun, walau hanya baunya. (Sunan Abû Dâwud, no. 3664, dan Sunan Ibnu Mâjah, no. 252).

 

Jama’ah  yang dirahmati oleh Allah SWT.

Perkara ketiga yang akan ditanyakan kepada kita saat hari penghitungan amal adalah وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ (Bagaimana hartamu didapat dan dibelanjakan?).

Ada dua hal yang akan ditanyakan tentang harta kita, yakni dari mana harta kita dapatkan? Apakah harta kita berasal dari pekerjaan yang bersih dan halal ataukah dari pekerjaan menipu, mencuri, korupsi, riba, merampas harta anak yatim piatu, merampas warisan atau pekerjaan haram yang lainnya.

Setelah ditanya oleh Malaikat harta kita berasal darimana, pertanyaan selanjutnya adalah untuk apa harta kita belanjakan? Apakah untuk berbuat baik dan diridhoi oleh Allah SWT ataukah untuk sesuatu yang haram, berfoya-foya dan menghambur-hamburkan harta. Allah SWT berfirman :

وَأَنْفِقُوْا فِي سَبِيْلِ اللهِ وَلاَ تُلْقُوْا بِأَيْدِيْكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوْا إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ.

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. al-Baqarah: 195).

 

Jama’ah  yang diridhoi oleh Allah SWT.

Perkara terakhir yang akan ditanyakan kepada kita saat hari penghitungan amal adalah وَعَنْ جِسْمِهِ فِيْمَ أَبْلاَه    (Untuk apa badanmu digunakan?)

Allah SWT tidak menjadikan kita sebagai hewan atau tanaman. Allah SWT berkenan menjadikan kita sebagai manusia dengan jasad yang sempurna disertai dengan panca indera, akal pikiran dan hati. Karunia ini selayaknya kita manfaatkan untuk mengabdikan diri kepada Allah Sang Maha Pencipta. Jangan malah kita rusak badan kita ini dengan minum-minuman keras, narkoba, begadang yang sia-sia, berzina atau seks bebas, serta segala sesuatu yang membahayakan badan, panca indra dan akal sehat serta merusak hati kita. Allah SWT berfirman :

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Isra : 36)

Jama’ah  yang berbahagia.

Sebagai penutup kultum ini, semoga kita, orangtua kita, anak-anak dan keturunan kita, saudara-saudara kita dan seluruh orang-orang mukmin akan diampuni oleh Allah SWT besok pada hari terjadinya penghitungan amal. Aamiin ya Robbal ‘alamin.

Continue reading EMPAT PERTANYAAN YANG DITANYAKAN MALAIKAT DI YAUMUL HISAB

Rabu, 06 Oktober 2021

BARANG SIAPA YANG MENYULITKAN ORANG LAIN MAKA ALLAH AKAN MEMPERSULITNYA PADA HARI KIAMAT

 


Jama’ah  yang berbahagia.

Islam adalah agama yang mudah berasal dari Dzat yang Maha Murah dan penuh Kasih. Dalam menjalankan segala beban syariat, manusia diberikan banyak kemudahan oleh Allah. Ketika seseorang kesulitan dalam menjalankannya, Allah ringankan, Allah gantikan dengan yang lebih mudah bahkan kadang Allah bebaskan kewajibannya. Namun, ada kalanya justru kemudahan-kemudahan dari Allah ini tertutup oleh sikap kita sendiri, orang-orang muslim yang terlalu kaku. Sehingga Islam terlihat sebagai ajaran yang rumit dan seakan hanya sedikit orang yang mampu menjalankannya secara utuh. Padahal Rasullah SAW telah berpesan kepada Abu Musa dan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma tatkala mengutus keduanya untuk mengajari agama ke penduduk negeri Yaman :

« يَسِّرَا وَلَا تُعَسِّرَا وَبَشِّرَا وَلَا تُنَفِّرَا وَتَطَاوَعَا وَلاَ تَخْتَلِفَا » [رواه البخاري ومسلم]

Mudahkanlah, janganlah mempersulit dan gembirakanlah jangan menakut-nakuti dan saling membantulah (dalam melaksanakan tugas) dan jangan berselisih[Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

Meskipun pesan tersebut singkat, namun maknanya sangat luas dan mendalam. Kata-kata Permudahlah”, lalu disusul dengan kata-kata “jangan mempersulit” adalah penegasan, bahwa perintah tersebut tidak hanya sekali saja, namun dalam segala kondisi. Karena bisa jadi seseorang memberi kemudahan pada orang lain di satu waktu namun di waktu yang lain dia mempersulit. Begitu pula perintah memberi kabar gembira dan larangan menakut-nakuti. Demikian yang dijelaskan oleh Imam An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.

Jama’ah  dimuliakan oleh Allah SWT.

Dalam sebuah riwayat dalam Shahihain, diceritakan bahwa sahabat Mu’adz bin Jabal shalat Isya bersama Rasulullah lalu pulang ke masjid kampungnya di Bani Salimah (sekarang dikenal dengan Masjid Qiblatain) dan mengimami shalat orang-orang di sana dengan membaca surat Al Baqarah yang ayatnya panjang. Ada seorang laki-laki yang keluar dari barisan dan shalat sendiri. Maka setelah itu Mu’adz menegurnya. Laki-laki ini tidak terima lalu mengadu kepada Rasulullah bahwa Mu’adz shalatnya lama, sedangkan dia telah lelah bekerja seharian. Rasulullah pun menasehati sahabat Mu’adz, lalu bersabda :

إِذَا صَلَّـى أَحَدُكُمْ لِلنَّـاسِ فَلْيُخَفِّفْ، فَإِنَّ فِيْهِمُ الضَّعِيْفَ وَالسَّقِيْمَ وَالْكَبِيْرَ، فَإِذَا صَلَّى لِنَفْسِهِ فَلْيُطَوِّلْ مَا شَاءَ.

Jika salah seorang di antara kalian mengimami orang-orang, maka hendaklah ia meringankannya. Karena di antara mereka ada yang lemah, sakit, dan orang tua. Namun, jika dia shalat sendirian, maka dia boleh memperpanjang shalat sesuka hatinya. (Bukhari dan Muslim)

Jama’ah  yang diberkahi oleh Allah SWT.

Suatu ketika Rasulullah saw bersama Para Sahabatnya sedang berada di Masjid. Mereka dikejutkan  dengan tingkah kurang menyenangkan dari seorang Badui yang kencing di tepi Masjid. Perbuatan orang Badui itu membuatkan para Sahabat menjadi marah. Tetapi Rasulullah SAW justru melarang reaksi Sahabatnya yang berlebihan itu dan membiarkan Si Badui selesai buang air kecilnya. Selesai kencing, Nabi SAW segera memberi nasihat bijak kepada Si Badui tentang fungsi dan etika memperlakukan Masjid. Lalu Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabat :

فإنما بعثتم ميسرين، ولم تبعثوا معسرين

“Fa innama bu'itstum muyassiriin wa lam tub’atsu mu'assirin;

Sesungguhnya kalian diutus utk memberi kemudahan dan tidak diutus utk membuat kesulitan”. (HR. Bukhari)

Jama’ah  yang dirahmati oleh Allah SWT.

Rasulullah di utus sebagai rahmat untuk alam semesta. Dalam berdakwah beliau begitu hanif dan penuh kelembutan, dan mengajari para shahabat untuk bersikap demikian juga ketika berdakwah. Dan sebaliknya, beliau Rasulullah SAW tidak senang dengan orang yang mempersulit dalam beragama ini.

Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anha berkata, Rasulullah SAW berdoa :

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.(HR. Muslim)

Diriwayatkan Abu Hurairah dari Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

« إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ » [رواه البخاري ]

Sesungguhnya agama itu mudah, dan sekali-kali tidaklah seseorang memperberat agama melainkan akan dikalahkan.(HR. Bukhari)

Jama’ah  yang diridhoi oleh Allah SWT.

Banyak kemudahan dan keringan yang Allah berikan ketika seseorang menjalankan ibadah. Seperti : Keringanan untuk tidak berpuasa bagi orang yang sakit, berhaji hanya bagi orang yang mampu, shalat jam’ qashar bagi yang sedang berpergian jauh, tidak melaksanakan shalat dan puasa bagi perempuan yang sedang haidh dan lain sebagainya. Sampai-sampai Allah SWT sangat senang ketika seseorang mengambil keringanan yang diberikan kepadanya. Ini menunjukkan bahwa Allah menginginkan kemudahan-kemudahan atas hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

« إنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى رُخَصُهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ تُؤْتَى مَعْصِيَتُهُ » [رواه أحمد وابن حزيمة ]

Sesungguhnya Allah menyukai keringanan-keringanannya diambil sebagaimana -Dia membenci kemaksiatannya dikerjakan[Hadits Riwayat Ahmad]

Jama’ah  yang berbahagia.

Sebagai penutup kultum ini, kami mengutip hadits riwayat Bukhari :

وَمَنْ يُشَاقِقْ يَشْقُقِ اللَّهُ عَلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya : Barang siapa yang menyulitkan (orang lain) maka Allah akan mempersulitnya para hari kiamat.

Semoga Allah SWT berkenan memberi kemudahan kepada kita semua di dunia dan di akherat. Amiin ya Robbal ‘alamin.


Continue reading BARANG SIAPA YANG MENYULITKAN ORANG LAIN MAKA ALLAH AKAN MEMPERSULITNYA PADA HARI KIAMAT

Senin, 04 Oktober 2021

DAKWAH DENGAN KASIH SAYANG



Jama’ah yang berbahagia

Mengawali kultum kali ini dari 1.440 menit waktu yang dikaruniakan Allah kepada kita dalam sehari semalam, marilah kita sempatkan beberapa menit saja untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas nikmat kesehatan, nikmat kesempatan dan juga nikmat kehidupan. Sholawat serta salam tak lupa juga kita haturkan ke junjungan kita, Nabi Agung Muhammad SAW, dengan harapan semoga kita semua besok di akherat, diaku menjadi umat Beliau, Amin ya robbal ‘Alamin.

 Jama’ah  yang dimuliakan Allah SWT

Dalam kesempatan ini, ijinkan kami mengajak kepada jama’ah semua, untuk bermuhasabah. Merenung bersama-sama, akan dua pertanyaan yang mungkin pernah terlintas di hati kita masing-masing, yaitu :

 1.       Sejak kapan kita meminta kepada Allah SWT untuk dijadikan sebagai manusia ?

2.       Sebagai manusia, apakah kita yakin, kalau di akhir hidup kita nanti, kita akan termasuk golongan orang-orang yang Khusnul Khotimah ?

 Jama’ah yang diberkahi Allah SWT

Kita memang tak pernah meminta untuk dijadikan sebagai manusia tapi Allah berkenan menjadikan kita sebagai manusia, hal itu adalah bukti Kasih Sayang Allah kepada kita. Pernahkah kita membayangkan bahwa kita dijadikan Allah sebagai seekor binatang atau sebatang pepohonan ...???

Dengan sifat Kasih Sayang Allah-lah, seorang suami mempunyai rasa cinta kepada istrinya, dengan sifat Kasih Sayang Allah-lah, orang tua begitu sayang pada anak-anaknya, dan dengan sifat Kasih Sayang Allah-lah, kakek dan nenek begitu menyayangi cucu-cucunya.

 Sekarang yang menjadi masalah adalah : jika Allah saja mempunyai Rasa Kasih Sayang pada manusia yang begitu luar biasa besar, mengapa kita sebagai manusia malah terlalu banyak menyebarkan kebencian, permusuhan dan kekerasan ...???

Untuk itu, marilah mulai hari ini dan untuk seterusnya, kita tunjukkan bahwa umat Islam adalah umat yang berkasih sayang dan umat yang cinta damai.

 Jama’ah yang diridhoi Allah SWT

Saat kita kecil dahulu, tentu kita ingat kisah yang diceritakan oleh Kyai-kyai kita, guru-guru mengaji kita tentang tarikh/sejarah Nabi Muhammad SAW ketika berdakwah di Thoif, apakah yang didapat Beliau ketika dakwah di Thoif ? Bukan sambutan dan pelukan yang hangat melainkan cacian dan lemparan batu.

 Bayangkan, orang yang paling mulia dan paling dicintai oleh Allah SWT, dicaci, dihina dan dilempari batu.

 Di saat itu turun Malaikat Jibril yang menawarkan bantuan untuk mengangkat sebuah gunung yang akan ditimpakan ke seluruh penduduk Thoif. Tapi apa jawaban Nabi kita ? Dengan kasih sayang dan penuh kesabaran, Nabi kita menjawab :

 ”Jangan Jibril, kita doakan saja semoga anak dan cucu mereka nantinya mau masuk Islam”.

Sungguh-sungguh luar biasa ...!!! Ini adalah teladan yang sangat-sangat berharga bagi kita semua bahwa kebencian jangan kita hadapi dengan kebencian, permusuhan jangan kita hadapi dengan permusuhan pula dan kekerasan jangan kita hadapi dengan kekerasan, tapi marilah kita hadapi permusuhan, kebencian dan kekerasan dengan kasih sayang dan kesabaran sebagaimana yang dicontohkan Nabi kita Muhammad SAW.

 Jama’ah yang dimuliakan Allah SWT

Marilah kita perlakukan orang lain seperti kita memperlakukan diri kita sendiri. Jika saat ini kita duduk atau berdiri, dan di sebelah kita ada orang lain, maka kita dan orang lain itu adalah saudara. Saudara yang dipertautkan oleh Rasa Kasih Sayang Allah pada manusia. Orang lain adalah kita, dengan jasad atau tubuh yang berbeda.

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّمَا يَرْحَمُ اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ

Sesungguhnya Allah hanya menyayangi hamba-hambaNya yang penyayang (HR At-Thobrooni)

 

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidaklah beriman salah seorang dari kalian hingga ia menyukai bagi saudaranya apa yang dia sukai untuk dirinya”

 

Bahkan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Baihaqi melalui Anas ra. Nabi bersabda : "Tidak akan masuk surga kecuali orang yang penyayang.”

Jama’ah yang diberkahi Allah SWT

Pertanyaan kedua yang perlu kita renungkan bersama-sama adalah ”Sebagai manusia, apakah kita yakin, kalau di akhir hidup kita nanti, kita akan termasuk golongan orang-orang yang Khusnul Khotimah ?”

 Kadang kala ada orang yang di awal hidupnya buruk perbuatannya tapi di akhir hidupnya dia termasuk khusnul khotimah, tapi tidak sedikit pula orang yang di awal usianya baik tingkah lakunya tapi saat maut menjemput, dia sedang melakukan perbuatan yang tidak diridhoi oleh Allah SWT.

Itulah gambaran dari Allah supaya kita dalam kehidupan ini menjauhi sifat merasa benar sendiri dan juga dalam berdakwah ke jalan Allah hendaknya jangan kita sertai dengan kata-kata mencela, siapa tahu yang kita cela nantinya khusnul khotimah, sedangkan kita yang sudah terlanjur mencela nantinya malah su’ul khotimah, na’udzu billahi min dzalik.

 Bukankah belum terlupa dari ingatan kita bahwa Sahabat Umar RA sebelum masuk Islam pun merupakan orang yang tidak berakhlak baik, bahkan putrinya sendiri, beliau kubur hidup-hidup tapi setelah masuk Islam beliau termasuk salah satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga.

Begitu juga Raden Syahid / Sunan Kalijaga yang sebelum mengenal Islam terkenal dengan gelar Berandal Lokajaya tetapi setelah mengenal Islam, beliau termasuk salah satu dari Walisongo.

Untuk itu, marilah kita ajak keluarga kita, saudara-saudara kita yang belum mau beribadah dengan ajakan yang baik tanpa disertai dengan kata-kata celaan dan hinaan. QS. Ali Imran : 159

 

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

 

Artinya : ”Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.

 

Jama’ah yang berbahagia

Sebagai penutup kultum kali ini, marilah di kehidupan dunia yang singkat ini, kita bersama-sama senantiasa menebarkan benih kasih sayang dan toleransi, dan dengan melakukan hal itu, semoga kita dan keluarga kita serta saudara-saudara kita akan mendapat kasih sayang dari Allah SWT fiddunya wal akhiroh. Amin Ya Robbal ’Alamin.


Continue reading DAKWAH DENGAN KASIH SAYANG