Rabu, 06 Oktober 2021

BARANG SIAPA YANG MENYULITKAN ORANG LAIN MAKA ALLAH AKAN MEMPERSULITNYA PADA HARI KIAMAT

 


Jama’ah  yang berbahagia.

Islam adalah agama yang mudah berasal dari Dzat yang Maha Murah dan penuh Kasih. Dalam menjalankan segala beban syariat, manusia diberikan banyak kemudahan oleh Allah. Ketika seseorang kesulitan dalam menjalankannya, Allah ringankan, Allah gantikan dengan yang lebih mudah bahkan kadang Allah bebaskan kewajibannya. Namun, ada kalanya justru kemudahan-kemudahan dari Allah ini tertutup oleh sikap kita sendiri, orang-orang muslim yang terlalu kaku. Sehingga Islam terlihat sebagai ajaran yang rumit dan seakan hanya sedikit orang yang mampu menjalankannya secara utuh. Padahal Rasullah SAW telah berpesan kepada Abu Musa dan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma tatkala mengutus keduanya untuk mengajari agama ke penduduk negeri Yaman :

« يَسِّرَا وَلَا تُعَسِّرَا وَبَشِّرَا وَلَا تُنَفِّرَا وَتَطَاوَعَا وَلاَ تَخْتَلِفَا » [رواه البخاري ومسلم]

Mudahkanlah, janganlah mempersulit dan gembirakanlah jangan menakut-nakuti dan saling membantulah (dalam melaksanakan tugas) dan jangan berselisih[Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

Meskipun pesan tersebut singkat, namun maknanya sangat luas dan mendalam. Kata-kata Permudahlah”, lalu disusul dengan kata-kata “jangan mempersulit” adalah penegasan, bahwa perintah tersebut tidak hanya sekali saja, namun dalam segala kondisi. Karena bisa jadi seseorang memberi kemudahan pada orang lain di satu waktu namun di waktu yang lain dia mempersulit. Begitu pula perintah memberi kabar gembira dan larangan menakut-nakuti. Demikian yang dijelaskan oleh Imam An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.

Jama’ah  dimuliakan oleh Allah SWT.

Dalam sebuah riwayat dalam Shahihain, diceritakan bahwa sahabat Mu’adz bin Jabal shalat Isya bersama Rasulullah lalu pulang ke masjid kampungnya di Bani Salimah (sekarang dikenal dengan Masjid Qiblatain) dan mengimami shalat orang-orang di sana dengan membaca surat Al Baqarah yang ayatnya panjang. Ada seorang laki-laki yang keluar dari barisan dan shalat sendiri. Maka setelah itu Mu’adz menegurnya. Laki-laki ini tidak terima lalu mengadu kepada Rasulullah bahwa Mu’adz shalatnya lama, sedangkan dia telah lelah bekerja seharian. Rasulullah pun menasehati sahabat Mu’adz, lalu bersabda :

إِذَا صَلَّـى أَحَدُكُمْ لِلنَّـاسِ فَلْيُخَفِّفْ، فَإِنَّ فِيْهِمُ الضَّعِيْفَ وَالسَّقِيْمَ وَالْكَبِيْرَ، فَإِذَا صَلَّى لِنَفْسِهِ فَلْيُطَوِّلْ مَا شَاءَ.

Jika salah seorang di antara kalian mengimami orang-orang, maka hendaklah ia meringankannya. Karena di antara mereka ada yang lemah, sakit, dan orang tua. Namun, jika dia shalat sendirian, maka dia boleh memperpanjang shalat sesuka hatinya. (Bukhari dan Muslim)

Jama’ah  yang diberkahi oleh Allah SWT.

Suatu ketika Rasulullah saw bersama Para Sahabatnya sedang berada di Masjid. Mereka dikejutkan  dengan tingkah kurang menyenangkan dari seorang Badui yang kencing di tepi Masjid. Perbuatan orang Badui itu membuatkan para Sahabat menjadi marah. Tetapi Rasulullah SAW justru melarang reaksi Sahabatnya yang berlebihan itu dan membiarkan Si Badui selesai buang air kecilnya. Selesai kencing, Nabi SAW segera memberi nasihat bijak kepada Si Badui tentang fungsi dan etika memperlakukan Masjid. Lalu Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabat :

فإنما بعثتم ميسرين، ولم تبعثوا معسرين

“Fa innama bu'itstum muyassiriin wa lam tub’atsu mu'assirin;

Sesungguhnya kalian diutus utk memberi kemudahan dan tidak diutus utk membuat kesulitan”. (HR. Bukhari)

Jama’ah  yang dirahmati oleh Allah SWT.

Rasulullah di utus sebagai rahmat untuk alam semesta. Dalam berdakwah beliau begitu hanif dan penuh kelembutan, dan mengajari para shahabat untuk bersikap demikian juga ketika berdakwah. Dan sebaliknya, beliau Rasulullah SAW tidak senang dengan orang yang mempersulit dalam beragama ini.

Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anha berkata, Rasulullah SAW berdoa :

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.(HR. Muslim)

Diriwayatkan Abu Hurairah dari Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

« إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ » [رواه البخاري ]

Sesungguhnya agama itu mudah, dan sekali-kali tidaklah seseorang memperberat agama melainkan akan dikalahkan.(HR. Bukhari)

Jama’ah  yang diridhoi oleh Allah SWT.

Banyak kemudahan dan keringan yang Allah berikan ketika seseorang menjalankan ibadah. Seperti : Keringanan untuk tidak berpuasa bagi orang yang sakit, berhaji hanya bagi orang yang mampu, shalat jam’ qashar bagi yang sedang berpergian jauh, tidak melaksanakan shalat dan puasa bagi perempuan yang sedang haidh dan lain sebagainya. Sampai-sampai Allah SWT sangat senang ketika seseorang mengambil keringanan yang diberikan kepadanya. Ini menunjukkan bahwa Allah menginginkan kemudahan-kemudahan atas hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

« إنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى رُخَصُهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ تُؤْتَى مَعْصِيَتُهُ » [رواه أحمد وابن حزيمة ]

Sesungguhnya Allah menyukai keringanan-keringanannya diambil sebagaimana -Dia membenci kemaksiatannya dikerjakan[Hadits Riwayat Ahmad]

Jama’ah  yang berbahagia.

Sebagai penutup kultum ini, kami mengutip hadits riwayat Bukhari :

وَمَنْ يُشَاقِقْ يَشْقُقِ اللَّهُ عَلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya : Barang siapa yang menyulitkan (orang lain) maka Allah akan mempersulitnya para hari kiamat.

Semoga Allah SWT berkenan memberi kemudahan kepada kita semua di dunia dan di akherat. Amiin ya Robbal ‘alamin.


0 Comments:

Posting Komentar